Minggu, 28 November 2010

Zoology vertebrata

 Zoologi vertebrata
AVES



 
















JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2010

AVES

Ciri - ciri aves sebagai berikut:
*      Alat penglihatan, alat pendengaran dan alat suara sudah berkembang dengan baik
*      Bagian mulut mempunyai paruh yang di bentuk dari zat tanduk
*      Memiliki pundi-pundi udara yang membantu aves saat terbang
*      Mempunyai naluri untuk merawat anak-anaknya dengan baik
*      Berdarah panas (homoioteral)
*      Memiliki sayap dan tubuhnya ditumbuhi bulu
*       Jantung terdiri dari empat ruang 2 serambi dan 2 bilik yang sudah berkembang  dengan baik
*      Pembuahan sel telur dan sperma / fertilisasi terjadi di dalam tubuh induk (fertilisasi internal)
*      Terdapat sepasang testis, Sedangkan ovarium hanya satu dan tumbuh dengan baik di sebelah kiri.
Ciri Morfologi Aves
a) Struktur Bulu      
Bulu adalah ciri khas kelas aves yang tidak dimiliki oleh vertebrata lain. Hampir seluruh tubuh aves ditutupi oleh bulu, yang secara filogenetik berasal dari epidermal tubuh, yang pada reptile serupa dengan sisik. Secara embriologis bulu aves bermula dari papil dermal yang selanjutnya mencuat menutupi epidermis. Dasar bulu itu melekuk ke dalam pada tepinya sehingga terbentuk folikulus yang merupakan lubang bulu pada kulit. Selaput epidermis sebelah luar dari kuncup bulu menanduk dan membentuk bungkus yang halus, sedang epidermis membentuk lapisan penyusun rusuk bulu.Sentral kuncup bulu mempunyai bagian epidermis yang lunak dan mengandung pembuluh darah sebagai pembawa zat-zat makanan dan proses pengeringan pada perkembangan selanjutnya.


Berdasarkan susunan anatomis bulu dibagi menjadi:
  • Filoplumae, Bulu-bulu kecil mirip rambut tersebar di seluruh tubuh. Ujungnya bercabang-cabang pendek dan halus. Jika diamati dengan seksama akan tampak terdiri dari shaft yang ramping dan beberapa barbulae di puncak.
  • Plumulae, Berbentuk berbentuk hampir sama dengan filoplumae dengan perbedaan detail.
  • Plumae, Bulu yang sempurna.
  • Barbae
  • Barbulae, Ujung dan sisi bawah tiap barbulae memiliki filamen kecil disebut barbicels yang berfungsi membantu menahan barbula yang saling bersambungan.
Susunan plumae terdiri dari :
*      Shaft (tangkai), yaitu poros utama bulu.
*      Calamus, yaitu tangkai pangkal bulu.
*      Rachis, yaitu lanjutan calamus yang merupakan sumbu bulu yang tidak berongga di dalamnya. Rachis dipenuhi sumsum dan memiliki jaringan.
*      Vexillum, yaitu bendera yang tersusun atas barbae yang merupakan cabang-cabang lateral dari rachis.
            
                                             Gambar Struktur Bulu Burung
Lubang pada pangkal calamus disebut umbilicus inferior, sedangkan lubang pada ujung calamus disebut umbilicus superior. Bulu burung pada saat menetas disebut neossoptile, sedangkan setelah dewasa disebut teleoptile.
Menurut letaknya, bulu aves dibedakan menjadi:
  • Tectrices, bulu yang menutupi badan.
  • Rectrices, bulu yang berada pada pangkal ekor, vexilumnya simetris dan berfungsi sebagai kemudi.
  • Remiges, bulu pada sayap yang dibagi lagi menjadi:
  • remiges primarie yang melekatnya secara digital pada digiti dan secara metacarpal pada metacarpalia.
  • Remiges secundarien yang melekatnya secara cubital pada radial ulna.
  • Remiges tertier yang terletak paling dalam nampak sebagai kelanjutan sekunder daerah siku.
  • Parapterum, bulu yang menutupi daerah bahu.
  • Ala spuria, bulu kecil yang menempel pada ibu jari.
Pada burung heron terdapat bentukan bulu yang khusus yang disebut sebagai bulu powder/ bulu bubuk. Bulu ini hampir sama dengan bulu pada umumnya tetapi barbulaenya terpisah menjadi bubuk halus seperti bedak. Fungsi bulu ini belum jelas, tetapi pada saat burung melumasi bulu dengan cara menjilatinya, bulu bubuk membantu mengisolasi panas tubuh dan membantu menghangatkan telur saat pengeraman.
Ø  Bentuk ekor burung bermacam-macam, antara lain:
    1. Berbentuk persegi (Square)




    1. Berlekuk (Notched)




    1. Berbentuk garpu (forked)



    1. Bulu sebelah luar memanjang (Elongated outer feathers)




    1. Bulu ekor dengan raket (With rackets)





    1. Bulu tengah panjang (Elongated central feathers)




    1. Bundar (Rounded)



    1. Berbentuk baji (Wedge shaped)  



    1. Berbentuk tingkatan (Graduated)



    1. Berujung runcing (Pointed)


Ø  Bentuk kaki burung bermacam-macam, antara lain:
1.      Wading, kaki yang panjang, mempunyai digiti yang panjang pula. Contoh Sandpiper



2.    Swimming, kaki di antara digitinya mempunyai selaput renang



3.      Lobate, ada pelebaran dan kakinya tidak berselaput
4.      Perching, semua digiti terletak pada satu bidang datar dan bisa memegang ranting.




5.      Grasping, kaki yang digiti depan bagian luar dapat diputar ke belakang sewaktu mencengkram.



6.      Climbing, dua digiti menghadap ke depan dan dua lagi menghadap ke belakang.




7.      Pengais, tiga digiti pada satu bidang datar sedang digiti yang satu lagi ke belakang letaknya agak ke atas.





8.      Running, tipe kaki pelari atau pejalan cepat.







Ø  Bentuk paruh burung bermacam-macam, antara lain:
1.      Probing, paruh yang berbentuk silinder berfungsi menyelidik sarang serangga dan menangkapnya.






2.      Insect-Catching, paruh yang bentuknya jika dilihat dari atas melebar tapi kecil. Berfungsi menangkap serangga yang terbang.


 






3.      Seed-cracking, paruh yang berbentuk kerucut dan kuat


 







4.      Tearing, paruh yang bagian ujungnya tajam dan bagian atasnya lebih panjang serta melengkung ke bawah.


 





5.      Sieving, paruh yang bentuknya melebar dan pipih dengan bagian tepinya terdapat gigi seperti sisir untuk menyaring makanan dari dasar air.


 







6.      Spearing, paruh yang berbentuk panjang seperti tombak.


 






7.      Penghisap madu, paruh yang panjang dan melengkung yang berguna untuk menghisap madu pada bunga.


 







8.      Paruh menyilang, paruh dimana bagian atas dan bagian bawah saling menyilang.


 







Klasifikasi Aves
         Aves dapat dibagi menjadi beberapa ordo antara lain:
1. Ordo Apterygiformes
Merupakan kelompok burung tak terbang dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Bulu-bulu panjang seperti rambut, tak bercabang.
*      Sayap kecil.
*      Paruh panjang, langsing, pada ujungnya terdapat lubang hidung.
*      Mata kecil.
*      Leher dan tungkai relatif pendek.
*      Jari-jari kaki belakang 4.
*      Tulang dada tanpa lunas.
*      Telurnya paling besar diantara burung-burung yang masih hidup.
*      Hidup di permukaan tanah, aktif di malam hari (Nocturnal).
*      Makanannya cacing atau serangga.
Contoh spesiesnya: Apteryx australis (Burung Kiwi).


 







2. Ordo Struthioniformes
Merupakan kelompok burung tak terbang dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Ukuran tubuhnya besar.
*      Kepala, leher dan tungkai berbulu tipis.
*      Kepala kecil, leher panjang dan teratur.
*      Paruh pendek dan besar.
*      Bulu tidak bercabang.
*      Kaki berjari-jari dua.
*      Tulang dada tanpa lunas.
*      Terdapat simfisid pubis.
*      Tanpa pygostyle.

Contoh spesiesnya: Struthio camelus (Burung Unta).


 









3. Ordo Rheiformes
Merupakan kelompok burung tak terbang dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Dapat berlari cepat.
*      Kepala, leher dan paha berbulu.
*      Bulu tak bercabang.
*      Sayap cukup besar.
*      Kaki berjari tiga dengan cakar yang kuat.
*      Tulang dada tanpa lunas.
Contoh spesiesnya: Rhea Americana.







4. Ordo Casuarriiformes
Merupakan kelompok burung tak terbang dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Ukuran tubuh besar.
*      Kepala berbulu tipis, leher dan badan berbulu tebal.
*      Bulu bercabang hamper sama panjang dengan induknya.
*      Kaki berjari tiga, satu diantaranya bercakar runcing.
*      Tulang dada tanpa lunas.
*      Sayap kecil.
Ordo ini terdiri dari dua familia salah satunya familia Casuaridae Contoh spesiesnya: Casuarius casuarius (Kasuari).


 







5. Ordo Tinamiformes
Merupakan kelompok burung-burung kecil, terestrial, tak pandai terbang dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Sayap kecil bulat.
*      Tulang dada berlunas.
*      Bulu ekor dan pygossyle menyusut.
*      Telur mengkilat.
*      Pemakan tumbuhan.
Contoh spesiesnya: Eudromia elegans.


 







6. Ordo Podicipediformes
Mencakup burung-burung air dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Hidup di air tawar, pandai menyelam.
*      Tungkai terletak jauh di bagian belakang tubuh.
*      Kaki berlebus.
*      Ekor pendek.
*      Tempurung lutut besar.
*      Tarsus pipih.

Contoh spesiesnya: Podiceps cristalis.






7. Ordo Gaviiformes
Mencakup burung-burung air dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Tungkai pendek, terletak di bagian belakang tubuh.
*      Ekor terdiri atas 18 – 20 lembar bulu yang kaku.
*      Jari-jari berselaput renang.
*      Patella (tempurung lutut) kecil.
*      Pandai terbang,
Contoh spesiesnya: Gavia immer.


 






8. Ordo Spheniscitormes
Mencakup semua jenis burung pinguin dengan ciri-ciri umum sebagai berikut:
*      Burung air tidak dapat terbang.
*      Memiliki bulu-bulu kecil seperti sisik menutup seluruh tubuh.
*      Sayap berbentuk seperti dayung, berguna untuk terbang di dalam air.
*      Kaki berjari-jari 4 menghadap ke depan dan berselaput.
*      Tulang-tulang berbentuk pipih.
*      Di bawah kulit terdapat lapisan lemak yang tyebal.





Contoh spesiesnya: Aptenodytes forster (Pinguin).


 







9. Ordo Procellariiformes
Kelompok burung laut dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Lubang hidung berbentuk buluh.
*      Paruh tertutup oleh beberepa kepingan bahan tanduk.
*      Di dalam kepala terdapat kelenjar garam.
*       Jari-jari belakang sangat mereduksi atau menghilang sama sekali.
*      Bulu-bulu tersususn padat dan tampak berminyak.
*      Sayap panjang dan sempit.
Ordo ini terdiri dari empat familia dua di antaranya ialah familia Diomedeidae contoh spesiesnya: Diomedea nigripes (Albatros) dan familia Hydrobatidae contoh spesiesnya Hydrobales pelagicus.


 






                                 Burung Albatros
10. Ordo Pelecaniformes
Mencakup burung-burung air dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Lubang hidung sangat mereduksi atau tidak ada sama sekali.
*      Mempunyao kantung leher.
*      Kaki berjari 4 dan berselaput.
*      Paruh panjang dapat membuka leher untuk menangkap dan menelan ikan.
*      Hidup berkoloni.
Ordo ini mencakup enam familia, beberapa diantranya ialah familia Plecanidae dengan contoh spesiesnya Pelecanus conspicillasis, familia Anhingidae dengan contoh spesiesnya Anhinga anhinga, Phalocrocoracidae dengan contoh spesiesnya Phalocrocorax carbo.


 







                      
                                   Burung pelikan

11. Ordo Ciconiiformes
Mencakup burung-burung air dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Leher dan tungkai panjang.
*      Paruh besar lurus atau berombak tajam.
*      Jari-jari tanpa selaput.
*      Bulu-bulu dekoratif.
*      Burung yang baru menetas tidak berbulu.
*      Makanannya ikan, atau hewan-hewan air yang lainnya.
Contoh: familia Ardeidae dengan contoh spesiesnya Ardea herodria, familia cicoliniidae dengan contoh spesiesnya Leptoptilos javanicus (Bangau).


 








                                      Burung Blekok Sawah

12. Ordo Anseriformes
Mencakup bangsa itik dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Paruh lebar tertutup oleh lapisan bahan tanduk yang lunak.
*      Tepi paruh berlamela (berpematang) transversal.
*      Lidah berdaging.
*      Tungkai pendek, jari-jari berselaput.
*      Ekor umumnya pendek, tersusun atas banyak bulu.
Ordo ini mencakaup dua familia yaitu familia Anhimidae dengan contoh spesiesnya Anhima cornuta, dan familia Anatidae dengan contoh spesiesnya Anas javanicus.


 








13. Ordo Falconiformes
Mencakup burung-burung buas dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Paruh pendek, ujungnya melepas dan runcing, tepi-tepinya tajam.
*      Jari-jari kaki tajam melengkung sesuai untuk mencengkram mangsanya.
*      Kuat terbang.
Ordo ini mencakaup lima familia diantaranya yaitu familia Falconidae dengan contoh spesiesnya Falco peregrius, dan familia Accipitridae dengan contoh spesiesnya Haliaster indus.
a.       Family Accipiridae


 







b.      Family Pandionidae







c.       Family Falconidae


 







14. Ordo Galliformes
Mencakup burung-burung terrestrial dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Terbangnya pendek-pendek.
*      Paruh pendek bulu dengan cabang bulu.
*      Kaki digunakan untuk berlari dan mengais.
*      Pemakan biji-biji rerumputan (Graminivor).
Ordo ini mencakaup tujuh familia diantaranya yaitu familia Megapodidae dengan contoh spesiesnya Megapodius, dan familia Phasianidae dengan contoh spesiesnya Pavo mulicus.
               
                     Kalkun                                Ayam                           Belibis

15. Ordo Gruiformes
Mencakup berbagai jenis burung yang mempunyai ukuran yang bervariasi dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Ada yang tak pandai terbang dan yang pandai terbang.
*      Bulu-bulu bercabang.
*      Tungkai panjang.
*      Paruh besar.
Ordo ini mencakaup dua belas familia, diantaranya yaitu familia Turnicidae dengan contoh spesiesnya Turnix suscicator (Gemak puyuh), dan familia Rallidae dengan contoh spesiesnya Porphyrula martinica.
a.    Family Turnicidae


 






b.      Family Gruidae


 







c.    Family Rallidae


 








16. Ordo Caradriiformes
Mencakup burung-burung pantai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Sayap dan tungkai panjang dan ramping.
*      Jari-jari berselaput.
*      Paruh berbentuk buluh sebagi alat penyedot.
*      Bulu-bulu tebal, tersusun rapat.
Ordo ini meliputi 16 familia, beberapa dianmtaranya ialah familia Jacanidae dengan contoh spesiesnya Hydrophasianus chirurgus, familia Burhinidae dengan contoh spesiesnya Numenius americanus, dan familia Laridae dengan contoh spesiesnya Larus marinus.
a.    Family Scolopacidae


 





b.    Family Larridae


 







17. Ordo Columbiformes
Mencakup burung-burung sebangsa merpati dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*   Paruh pendek dan langsing.
*   Tarsus biasanya lebih pendek daripada jari-jari.
*   Kulit tebal dan halis.
*   Tembolok besar dan menghasilkan cairan seperti susu (pigeon susu) untuk anaknya.
*   Pemakan biji-bijian (Graminivor) dan buah-buahan (fragivor).
Ordo ini mencakaup tiga familia, diantaranya yaitu familia Pteroclidae dengan contoh spesiesnya Pterocles alchata, familia Raphidae dengan contoh spesiesnya Raphus cuculatus dan familia columbidae dengan contoh spesiesnya Streptopelia bitorquata.
   



   

                   Burung Merpati                                            Burung Dara

18. Ordo Psittaciformes
Mencakup burung-burung sebangsa kakatua dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*      Bulu-bulu berwarna hijau, biru, kuning atau hijau.
*      Paruh pendek, sempit, tepinya tajam, ujungnya berkait.
*      Paruh bagian atas bersendi dengan tengkorak sehingga dapat bergerak.
*      Kaki bertipe “zygodactylus” (dua jari ke depan dua jari ke belakang).
*      Jari terluar tidak “reversible” (tidak dapat dibalikka ke depan).
Ordo ini mencakaup satu familia psittacidae dengan beberapa contoh spesiesnya Psittacula alexandrii, Cacatua galerita dan Probosciger aterrimus.


 







19. Ordo Cuculiformes
Mencakup burung-burung yang sering di sebut kuko,dengan cirri-ciri sebagai berikut :
*      Dua buah jari kaki ke depan, dua buah yang lain ke belakang ; jari terluar dapat di balikan ke depan
*      Kaki tidak sesusi dengan mencengkram
*      Ekor panjang
*      Paruh sedang
*      Banyak anggota familia ini bersifat parasit (yang betina menitipkan telur –telurnya di sarang burung lain ).
Ordo ini mengcakup dua familia yaitu familia Mosophagidae dengan contoh spesies Tauraco. familia Cuculidae dengan contoh spesies Centropus bengalensis dan Cuculus canorus.


 








20. Ordo Strigiformes
Mencakup jenis –jenis burung hantu dengan cirri-ciri umum sebabgai berikut :
*   Kepala besar dan bulat
*   Mata besar dan menghadap ke depan, di kelilingi oleh bulu-bulu yang tersusun radial ( menjari)
*   Lubang telinga lebar, sering kali tertutup oleh lipatan kulit
*   Paruh pendek
*   Jari kaki mempuyai cakar yang tajam sesuai dengan fungsinya untuk mengcengkeram
*   Aktif diwaktu malam (nocturnal),predator.
Ordo ini mencakup dua familia yakni familia Tytonidae dengan contoh spesies Tyto alba, familia Strigidae dengan contoh spesies Bubo virginianus.


 









21. Ordo Caprimulgiformes
Mencakup jenis – jenis burung cabak dengan ciri-ciri umum sebagai berikut :
*   Paruh kecil dan lunak
*   Mulut lebar, tepi paruh bagian atas tertutup oleh bulu-bulu peraba yang bentuknya seperti rambut-rambut kaki;
*   Bulu-bulu halus
*   Kaki kecil dan linak
*   Nocturnal, insektivor.
Ordo ini mencakup lima familia. Dua diantaranya adalah familia Caprimulgidae dengan contoh spesies Caprimulgus vociverus familia Podargidae dengan contoh spesies Podargus.


 






22. Ordo Apodiformes
Mencakup sebangsa burung layang-layang dengan ciri-ciri umum sebagai berikut:
*   Tubuh kecil
*   Tungkai sangat kecil
*   Sayap runcing
*   Paruh kecil dan lunak, ada yang langsing dengan lidah berbentuk bulu panjang.
Ordo ini mengcakup tiga familia. Dua diantaranya ialah familia Apodidae dengan contoh spesies Collcalia esculenta dan familia Trochilidae denagan contoh spesies Colibri coruncans.


 








23. Ordo Trogoniformes
Mencakup burung-burung dengan ciri-ciri sebagai berikut :
*   Paruh pendek dan bahu dengan “rambut-rambut bahu” pada pangkalnya
*   Kaki kecil dan lunak
*   Bulu-bulu berwarna cerah, seringkali berwarna hijau.
Ordo ini mengcakup satu familia Trogonidae dengan salah satu contoh spesies Trogon viridis.


 






24. Ordo Coliiformes
Mencakup burung-burung dengan ciri-ciri sebgai berikut :
*   Kaki bertipe paserin ( tiga jari kedepan, satu jari kebelakang )
*   Jari ke-1 dan ke-4 reversibel
*   Ekor sangat panjang
*   Pemakan serangga (insektivor) dan buah (frugivor)
Ordo ini mencakup satu familia Colidae dengan contoh spesies Colius macrouros.


 






25. Ordo Coraciiformmes
Mencakup berbagai jenis burung yang morfologis yang tidak begitu mirip.ciri-ciri umumnya sebagai berikut :
*   Paruh kuat
*   Jari-jari ke-3 dan ke -4 bersatu pada bagian pangkal.
Ordo ini mencakup tujuh familia. Dua di antaranya adalah familia Alcedinidae dengan contoh spesies Halcyon chloris dan familia Bucerotidae dengan contoh spesies Buceros bicornis (enggang).


 







26. Ordo Piciformes
Mencakup jenis-jenis burung yang morfologis tidak begitu mirip.ciri-ciri umumnya adalah sebagai berikut :
*   Paruh kuat
*   Bulu ekor kaku,ujungnya runcing
*   Lidah dengan ujung yang kasar atau di lengkapi dengan bayangan seperti bulu. Lidah dapat di julurkan.
Ordo ini mengcakup lima familia. Tiga diantaranya ialah familia Capitonidae dengan contoh spesies Megalaima corvina, familia Ramphasidae dengan contoh spesies Ramphastor sulfuratus familia Picidae dengan contoh spesies Dinopium javanense.


 








27. Ordo Passeriformes
Mencakup sejumlah besar jenis burung dengan ciri-ciri sebagai berikut:
*   Kaki berjari-jari empat,3 ke depan dan 1 ke belakang
*   Paruh sesuai dengan memotong.
Ordo ini mencakup sekitar 69 familia. Beberapa contohnya ialah familia Hirundinidae dengan contoh spesies Hirundo rustica, Dicruridae dengan contoh Dicrurus macrocercus, Oriolidae dengan contoh Oriolus chinensis.


 







A.    Sistem Respirasi Pada Aves      
Sistem pernapasan pada hewan menyusui dan burung bekerja dengan cara yang sepenuhnya berbeda, terutama karena burung membutuhkan oksigen dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan yang dibutuhkan hewan menyusui. Sebagai contoh, burung tertentu bisa memerlukan dua puluh kali jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh manusia. Karenanya, paru-paru hewan menyusui tidak dapat menyediakan oksigen dalam jumlah yang dibutuhkan burung. Itulah mengapa paru-paru burung diciptakan dengan rancangan yang jauh berbeda.  
Pada hewan menyusui, aliran udara adalah dua arah: udara melalui jaringan saluran-saluran, dan berhenti di kantung-kantung udara yang kecil. Pertukaran oksigen-karbon dioksida terjadi di sini. Udara yang sudah digunakan mengalir dalam arah berlawanan meninggalkan paru-paru dan dilepaskan melalui tenggorokan.
Sebaliknya, pada burung, aliran udara cuma satu arah. Udara baru datang pada ujung yang satu, dan udara yang telah digunakan keluar melalui lubang lainnya. Hal ini memberikan persediaan oksigen yang terus-menerus bagi burung, yang memenuhi kebutuhannya akan tingkat energi yang tinggi. Michael Denton, seorang ahli biokimia Australia serta kritikus Darwinisme yang terkenal menjelaskan paru-paru unggas sebagai berikut:
Dalam hal burung, bronkhus (cabang batang tenggorokan yang menuju paru-paru) utama terbelah menjadi tabung-tabung yang sangat kecil yang tersebar pada jaringan paru-paru. Bagian yang disebut parabronkhus ini akhirnya bergabung kembali, membentuk sebuah sistem peredaran sesungguhnya sehingga udara mengalir dalam satu arah melalui paru-paru. Meskipun kantung-kantung udara juga terbentuk pada kelompok reptil tertentu, bentuk paru-paru burung dan keseluruhan fungsi sistem pernapasannya sangat berbeda. Tidak ada paru-paru pada jenis hewan bertulang belakang lain yang dikenal, yang mendekati sistem pada unggas dalam hal apa pun. Bahkan, sistem ini mirip hingga seluk-beluk khususnya pada semua burung.
Aves bernafas dengan paru-paru yang berhubungan dengan kantong udara (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke leher, perut dan sayap.








 


           






  


Kantong udara terdapat pada :          
• Pangkal leher (servikal)       
• Ruang dada bagian depan (toraks anterior)
• Antar tulang selangka (korakoid)    
• Ruang dada bagian belakang (toraks posterior)      
• Rongga perut (saccus abdominalis) 
• Ketiak (saccus axillaris)       
Fungsi kantong udara :          
• Membantu pernafasan terutama saat terbang          
• Menyimpan cadangan udara (oksigen)        
• Memperbesar atau memperkecil berat jenis pada saat burung berenang     
• Mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu banyak       
Burung mempunyai bentuk tubuh yang jauh berbeda dengan binatang yang dianggap sebagai nenek moyangnya, reptil. Paru-paru burung bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda dengan hewan menyusui. Hewan menyusui menghirup dan membuang udara melalui batang tenggorokan yang sama. Namun pada burung, udara masuk dan keluar melalui ujung yang berlawanan. "Rancangan" khusus semacam ini diciptakan untuk memberikan volume udara yang diperlukan saat terbang. Evolusi bentuk seperti ini dari reptil tidaklah mungkin.         
Inspirasi : udara kaya oksigen masuk ke paru-paru. Otot antara tulang rusuk (interkosta) berkontraksi sehingga tulang rusuk bergerak ke luar dan tulang dada membesar. Akibatnya teklanan udara dada menjadi kecil sehingga udara luar yang kaya oksigen akan masuk. Udara yang masuk sebagian kecil menuju ke paru-paru dan sebagian besar menuju ke kantong udara sebagai cadangan udara.   
Ekspirasi : otot interkosta relaksasi sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula. Akibatnya rongga dada mengecil dan tekanannya menjadi lebih besar dari pada tekanan udara luar. Ini menyebabkan udara dari paru-paru yang kaya karbondioksida ke luar.
Aliran udara searah dalam paru-paru burung didukung oleh suatu sistem kantung udara. Kantung-kantung ini mengumpulkan udara dan memompanya secara teratur ke dalam paru-paru. Dengan cara ini, selalu ada udara segar dalam paru-paru. Sistem pernafasan yang rumit seperti ini telah diciptakan untuk memenuhi kebutuhan burung akan jumlah oksigen yang tinggi.

Pernafasan burung saat terbang :       
Saat terbang pergerakan aktif dari rongga dada tidak dapat dilakukan karena tulang dada dan tulang rusuk merupakan pangkal perlekatan otot yang berfungsi untuk terbang. Saat mengepakan sayap (sayap diangkat ke atas), kantong udara di antara tulang korakoid terjepit sehingga udara kaya oksigen pada bagian itu masuk ke paru-paru.

B. Sistem Pencernaan Pada Aves   
Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan burung bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah-buahan.
Saluran pencernaan pada burung terdiri atas:
1. Paruh: merupakan modifikasi dari gigi,     
2. Rongga mulut: terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga
    mulut dan tanduk,  
3. Faring: berupa saluran pendek, esofagus: pada burung terdapat pelebaran pada  
    bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang
    dapat diisi dengan cepat,   
4. Lambung terdiri atas:         
   
a. Proventrikulus (lambung kelenjar): banyak menghasilkan enzim pencernaan,  
        dinding ototnya tipis.
    b. Ventrikulus (lambung pengunyah/empedal): ototnya berdinding tebal. Pada      
         burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama   
         makanan yang  berguna untuk membantu pencernaan dan disebut sebagai "    
         hen’s teeth”,      
5. Intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka.

Usus halus pada burung terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum.
Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan pankreas. Pada burung merpati tidak terdapat kantung empedu.       
Terbang merupakan memerlukan sejumlah besar kekuatan. Karena itulah burung memiliki perbandingan jaringan otot terhadap massa tubuh yang terbesar daripada semua makhluk. Metabolisme tubuhnya juga sesuai dengan kekuatan otot yang tinggi. Rata-rata, metabolisme tubuh suatu makhluk berlipat dua kali sewaktu suhu tubuh meningkat sebesar 50°F (10°C). Suhu tubuh burung gereja yang sebesar 108°F (42°C) serta suhu tubuh burung murai (Turdus pilaris) setinggi 109,4°F (43,5°C) menunjukkan betapa cepat kerja metabolisme tubuh mereka. Suhu tubuh yang tinggi seperti itu, yang dapat membunuh makhluk darat, justru sangat penting bagi burung untuk bertahan hidup dengan meningkatkan penggunaan energi, dan, karena itu pula, kekuatannya.          
Karena kebutuhan mereka akan banyak energi, burung juga mempunyai tubuh yang mencerna makanan yang mereka makan dalam cara yang optimal. Sistem pencernaan burung memungkinkan mereka memanfaatkan dengan cara terbaik makanan yang mereka makan. Misalnya, seekor bayi bangau menggunakan 2,2 lbs (1 kg) dari massa tubuhnya untuk setiap 6,6 lbs (3 kg) makanan. Pada hewan menyusui dengan pilihan makanan yang serupa, perbandingan ini adalah sekitar 2,2 lbs (1 kg) hingga 22 lbs (10 kg). Sistem peredaran burung juga telah diciptakan selaras dengan kebutuhan energi tinggi mereka. Jika jantung manusia berdetak 78 kali per menit, jumlah detakan adalah 460 untuk burung gereja dan 615 untuk burung murai. Begitu pula, peredaran darah pada burung pun sangat cepat. Oksigen yang memasok seluruh sistem yang bekerja cepat ini disediakan oleh paru-paru unggas khusus.
Burung juga menggunakan energinya dengan sangat efisien. Mereka memperlihatkan efisiensi yang tinggi secara meyakinkan dalam pemanfaatan energi dibandingkan hewan menyusui. Contohnya, burung layang-layang yang berpindah tempat membakar 4 kilokalori per mil (2,5 kilokalori per kilometer), sedangkan hewan menyusui kecil akan membakar 41 kilokalori.
Burung lebih senang bepergian dalam kelompok untuk perjalanan jauh. Bentuk barisan "V" dari kelompok ini memungkinkan setiap burung menghemat tenaga sekitar 23%.        

C. Sistem Reproduksi Pada Aves   
Kelompok burung merupakan hewan ovipar. Walaupun kelompok burung tidak memiliki alat kelamin luar, fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka.
1. Sistem Genitalia Jantan.     
     a. Testis berjumlah sepasang, berbentuk oval atau bulat, bagian permukannya licin,  
         terletak di sebelah ventral lobus penis bagian paling kranial. Pada musim kawin
         ukurannya membesar. Di sinilah dibuat dan disimpan spermatozoa.
     b.Saluran reproduksi. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen dan   
        epididimis. Duktus wolf bergelung dan membentuk duktus deferen. Pada  
        burung-burung kecil, duktus deferen bagian distal yang sangat panjang
        membentuk sebuah gelendong yang disebut glomere. Dekat glomere bagian
        posterior dari duktus aferen berdilatasi membentuk duktus ampula yang
        bermuara di kloaka sebagai duktus ejakulatori.duktus eferen berhubungan
       dengan epididimis yang kecil kemudian menuju duktud deferen. Duktus deferen
       tidak ada hubungannya dengan ureter ketika masuk kloaka.     

1.      Sistem Genitalia Betina.  
a. Ovarium. Selain pada burung elang, ovarium aves yang berkembang hanya yang kiri, dan terletak di bagian dorsal rongga abdomen.   
b. Saluran reproduksi, oviduk yang berkembang hanya yang sebelah kiri, bentuknya panjang, bergulung, dilekatkan pada dinding tubuh oleh mesosilfing dan dibagi menjadi beberapa bagian; bagian anterior adalah infundibulumyang punya bagian terbuka yang mengarah ke rongga selom sebagai ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Di posteriornya adalah magnum yang akan mensekresikan albumin, selanjutnya istmus yang mensekresikan membrane sel telur dalam dan luar. Uterus atau shell gland untuk menghasilkan cangkang kapur.     











  1. Proses Festilisasi        
Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter. Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk. Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Pada burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di kloaka.

27_25

Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk. Ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka. Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk, ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur.      
Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya. Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung. Anak burung menetas dengan memecah kulit telur dengan menggunakan paruhnya. Anak burung yang baru menetas masih tertutup matanya dan belum dapat mencari makan sendiri, serta perlu dibesarkan dalam sarang.

4. Fungsi bagian-bagian telur aves :   
    a. Titik embrio --> bagian yang akan berkembang menjandi embrio         
    b. Kuning telur --> cadangan makanan embrio      
    c. Kalaza --> menjaga goncangan embrio  
    d. Putih telur --> menjaga embrio dari goncangan 
    e. Rongga udara --> cadangan oksigen bagi embrio          

Jantung burung gereja berdetak 460 kali dalam semenit. Suhu tubuhnya adalah 108°F (42°C). Suhu tubuh setinggi ini, yang bisa berakibat kematian pada binatang darat, sangat penting bagi kelangsungan hidup sang burung. Tingkat energi yang tinggi yang diperlukan oleh burung untuk terbang dihasilkan oleh metabolisme tubuh yang cepat ini.      

D. Sistem Peredaran Darah Pada Aves     
Alat-alat transportasi pada burung merpati terdiri atas jantung dan pembuluh darah. Jantung terdiri atas empat ruang yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri dan bilik kanan. Darah yang banyak mengandung oksigen yang berasal dari paru-paru tidak bercampur dengan darah yang banyak mengandung karbondioksida yang berasal dari seluruh tubuh. Peredaran darah burung merupakan peredaran darah ganda yang terdiri atas peredaran darah kecil dan peredaran darah besar.

E. Pengaturan Suhu Tubuh Pada Aves     
Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan ekskresi adalah elemen-elemen dari homeostasis. Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan berdarah dingin (cold-blood animals) dan hewan berdarah panas (warm-blood animals). Namun, ahli-ahli Biologi lebih suka menggunakan istilah ektoterm dan endoterm yang berhubungan dengan sumber panas utama tubuh hewan. Ektoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari lingkungan (menyerap panas lingkungan).
Suhu tubuh hewan ektoterm cenderung berfluktuasi, tergantung pada suhu lingkungan. Hewan dalam kelompok ini adalah anggota invertebrata, ikan, amphibia, dan reptilia. Sedangkan endoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari hasil metabolisme. Suhu tubuh hewan ini lebih konstan. Endoterm umum dijumpai pada kelompok burung (Aves), dan mamalia.        
Dalam pengaturan suhu tubuh, hewan harus mengatur panas yang diterima atau yang hilang ke lingkungan. Mekanisme perubahan panas tubuh hewan dapat terjadi dengan 4 proses, yaitu konduksi, konveksi, radiasi, dan evaporasi. Konduksi adalah perubahan panas tubuh hewan karena kontak dengan suatu benda. Konveksi adalah transfer panas akibat adanya gerakan udara atau cairan melalui permukaan tubuh. Radiasi adalah emisi dari energi elektromagnet. Radiasi dapat mentransfer panas antar obyek yang tidak kontak langsung. Sebagai contoh, radiasi sinar matahari. Evaporasi proses kehilangan panas dari permukaan cairan yang ditranformasikan dalam bentuk gas.           
Hewan mempunyai kemampuan adaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Sebagai contoh, pada suhu dingin, mamalia dan burung akan meningkatkan laju metabolisme dengan perubahan hormon-hormon yang terlibat di dalamnya, sehingga meningkatkan produksi panas. Pada ektoterm (misal pada lebah madu), adaptasi terhadap suhu dingin dengan cara berkelompok dalam sarangnya. Hasil metabolisme lebah secara kelompok mampu menghasilkan panas di dalam sarangnya.

F. Kebiasaan Yang Bisa Terjadi Pada Aves          
Burung berkembang biak dengan bertelur. Telur burung mirip telur reptil, hanya cangkangnya lebih keras karena berkapur. Beberapa jenis burung seperti burung maleo dan burung gosong, menimbun telurnya di tanah pasir yang bercampur serasah, tanah pasir pantai yang panas, atau di dekat sumber air panas. Alih-alih mengerami, burung-burung ini membiarkan panas alami dari daun-daun membusuk, panas matahari, atau panas bumi menetaskan telur-telur itu; persis seperti yang dilakukan kebanyakan reptil.    
Akan tetapi kebanyakan burung membuat sarang, dan menetaskan telurnya dengan mengeraminya di sarangnya itu. Sarang bisa dibuat secara sederhana dari tumpukan rumput, ranting, atau batu; atau sekedar kaisan di tanah berpasir agar sedikit melekuk, sehingga telur yang diletakkan tidak mudah terguling. Namun ada pula jenis-jenis burung yang membuat sarangnya secara rumit dan indah, atau unik, seperti jenis-jenis manyar alias tempua, rangkong, walet, dan namdur.
Anak-anak burung yang baru menetas umumnya masih lemah, sehingga harus dihangatkan dan disuapi makanan oleh induknya. Kecuali pada jenis-jenis burung gosong, di mana anak-anak burung itu hidup mandiri dalam mencari makanan dan perlindungan. Anak burung gosong bisa segera berlari beberapa waktu setelah menetas, bahkan ada pula yang sudah mampu terbang.      
Jenis-jenis burung umumnya memiliki ritual berpasangan masing-masing. Ritual ini adalah proses untuk mencari dan memikat pasangan, biasanya dilakukan oleh burung jantan. Beberapa jenis tertentu, seperti burung merak dan cenderawasih, jantannya melakukan semacam tarian untuk memikat si betina. Sementara burung manyar jantan memikat pasangannya dengan memamerkan sarang setengah jadi yang dibuatnya. Bila si betina berkenan, sarang itu akan dilanjutkan pembuatannya oleh burung jantan hingga sempurna; akan tetapi bila betinanya tidak berkenan, sarang itu akan dibuang atau ditinggalkannya.     

G. Sistem Saraf Pada Burung         
- Otak burung telah berkembang cukup baik. Otak besar dan otak kecilnya berukuran relatif besar. Permukaan otak besar tidak berlipat.    
- Otak tengah berbentuk gelembung, berkembang dengan baik dan merupakan pusat saraf penglihat.       
- Otak kecil permukaanya berlipat-lipat sehingga mampu menampung sel saraf dalam jumlah yang banyak. Otak kecil sebagai pusat pengatur keseimbangan burung pada waktu terbang.
27_14
·               Berbentuk silindris memanjang, mengisi ruang (lumen) dari setiap ruas tulang belakang (vertebrae).
·               Dimulai dari bagian bawah medulla oblongata, pada posisi vertebrae cervicalis yang pertama sampai vertebrae lumbalis 1.
·               Secara anatomis, irisan melintang menunjukkan 2 bagian yaitu bagian kortek (luar) yang berwarna putih kekuningan, dan bagian medulla (dalam) yang berwarna abu-abu.
·               Memiliki 2 peranan penting yaitu melangsungkan reflek sederhana dan sebagai jalan untuk menyebarkan dan menyatukan informasi (impuls saraf).
·               Dari medulla spinalis keluar serabut saraf (nervus) spinalis.
·               Pada irisan melintang, bagian dalam dari medulla spinalis berbentuk huruf X.  
         Adapun bagiannya yaitu cornu dorsalis mengandung badan-badan sel saraf sensoris dan cornu ventralis mengandung badan-badan sel saraf motoris. Columna vertebralis panjang, filum terminale tidak ada. Di bagian lumbar terjadi perpisahan medulla di sisi dorsal menjadi dua. Ruangan bentuk elips, ada sinus rhomboidalis, berisi dengan neuroglia cell dan bersifat gelatineus. Ini kemudian membentuk glycogen-body. Apabila sayap dan kaki besar, maka bagian lumbar dan cervix besar pula. Pada Ostrich ada mempunyai lumbar yang terbesar di antara burung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar